Minggu, 13 Mei 2012

Samakah Tuhan Semua Agama???


Pengertian Tuhan
Kata Tuhan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa, dan sebagainya: Yang Maha Esa. Tuhan ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai (didominir) olehnya (sesuatu itu).
Dalam konsep Islam, Tuhan diyakini sebagai Zat Maha Tinggi Yang Nyata dan Esa, Pencipta Yang Maha Kuat dan Maha Tahu, Yang Abadi, Penentu Takdir, dan Hakim bagi semesta alam. Islam menitik beratkan konseptualisasi Tuhan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa (tauhid).
Dalam konsep kristen, tuhan disebut dengan nama Bapa yang diberikan kepada Tuhan menunjukkan bahwa Ia adalah asal-usul dari segala sesuatu yang tunduk kepada-Nya. Dialah Kewibawaan yang tertinggi dan yang Maha kuasa, Maha Pencipta, dan Pelindung. "Tuhan adalah Ruh Mahatinggi, Dia ada dengan sendirinya dan Dia sempurna tanpa batas."
Jelaslah, terdapat kesamaan pandangan tentang pengertian tuhan itu sendiri yaitu tuhan memiliki sifat yang Maha dalam segala aspek.

Sabtu, 21 April 2012

Beberapa Permasalahan Umat Islam


        Umat Islam sekarang ini sudah banyak yang tidak mengenal Agamanya. Mereka hanya mengaku Islam tetapi tidak mau menjalankan ajaran-ajaran Islam. Ini bisa dilihat ketika kita memperhatikan fenomena-fenomena di sekitar kita, sebagai contoh banyak terjadi konflik di negeri yang mayoritas umatnya beragama Islam terlebih konflik yang diakibatkan sebab-sebab perbedaan keyakinan. Kita juga bisa melihat bagaimana sepinya masjid-masjid dari aktifitas penggemblengan pemuda Islam padahal di zaman Rasulullah hal ini yang membuat Islam menjadi besar. Hal yang lebih sepele lagi yang dapat kita pakai sebagai contoh adalah lowongnya shof-shof dalam Sholat berjama’ah. Tentu ini sangat memprihatinkan kita semua sebagai umat Islam.
            Ketika kita sudah mengetahui sebegitu bobroknya moral umat Islam terlebih lagi pemudanya yang sudah berada di lembah terdalam degradasi moral lantas bagaimana cara memperbaiki hal ini? Hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah apa yang menyebabkan umat Islam berada dalam degradasi moral yang sudah tidak karuan.

Selasa, 10 April 2012

SILSILAH KELUARGA BESAR "BANI NADHOM"












KY.NADHOM 
Kyai Nadhom mempunyai istri 2 :



1. Mustimah





2. Mudniyah













A. Ky.Nadhom + Mustimah













1 Banunah + Hasbullah













2 Banatin + Abdul Hamid













2.1 Jinan + Sekhatul Munawaroh




2.1.1 Maknun






2.1.2 Taisir (Nasir) + Asmanah





2.1.2.1 Nashrullah + Eko Yuliyati





2.1.2.1.1 Maula Sulthon Amrullah





2.1.2.1.2 Alfa Zaki Maulana




2.1.2.2 Yuli Karimah + Is Solikhin





2.1.2.2.1 Aina Firda D





2.1.2.2.2 David Sabilarrosyad





2.1.2.2.3 Risqi






2.1.2.2.4 Zidni





2.1.2.3 Dini Fitriyah





2.1.2.4 Hadi Purnomo





2.1.2.5 M. Khisbulloh




2.1.3 Durotul Baidlo + Akhmad Chaer Badawi



2.1.4 Fathimah Zahro + Muslih Afandi




2.1.4.1 Lu'luil Maknun





2.1.4.2 Miftahus Surur





2.1.4.3 Ifroh Isnaini





2.1.4.4 Nuning Hanik Risqiyani + Hamzah




2.1.4.5 Yuni Aunillah











MAKALAH AGAMA ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang Masalah
Sejarah agama menunjukkan bahwa kebahagiaan yang ingin dicapai dengan menjalankan syariah agama itu hanya dapat terlaksana dengan adanya akhlak yang baik. Kepercayaan yang hanya berbentuk pengetahuan tentang keesaan Tuhan, ibadah yang dilakukan hanya sebagai formalitas belaka, muamalah yang hanya merupakan peraturan yang tertuang dalam kitab saja, semua itu bukanlah merupakan jaminan untuk tercapainya kebahagiaan tersebut.
Timbulnya kesadaran akhlak dan pendirian manusia terhadap-Nya adalah pangkalan yang menentukan corak hidup manusia. Etika, akhlak, atau moral adalah pola tindakan yang didasarkan atas nilai mutlak kebaikan. Hidup susila dan tiap-tiap perbuatan susila adalah jawaban yang tepat terhadap kesadaran akhlak. Sebaliknya, hidup yang tidak bersusila dan tiap-tiap pelanggaran kesusilaan adalah menentang kesadaran itu.
Kesadaran akhlak adalah kesadaran manusia tentang dirinya sendiri, di mana manusia melihat atau merasakan diri sendiri berhadapan dengan kebaikn dan keburukan. Di situlah membedakan halal dan haram, hak dan bathil, boleh dan tidak boleh dilakukan, meskipun dia bisa melakukan. Itulah hal yang khusus manusiawi. Dalam dunia hewan tidak ada hal yang baik dan buruk atau patut dan tidak patut, karena hanya manusialah yang mengerti dirinya sendiri, hanya manusialah yang sebagai subjek menginsafi bahwa dia berhadapan pada perbuatannya itu, sebelum, selama dan sesudah pekerjaan itu dilakukan. Sehingga sebagai subjek yang mengalami perbuatannya dia bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya itu.


Minggu, 18 Maret 2012

Bodohnya Sikap Civitas Akademika dalam Kenaikan BBM


`Tanggal  1 April adalah tanggal di mana pemerintah akan menaikan harga BBM dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000. pemerintah beralasan bahwa kenaikan harga BBM diperlukan karena harga minyak mentah dunia mengalami peningkatan di atas US $ 100 / barrel dan perlu penyesuaian terhadap APBN. Pemerintah beranggapan bahwa ketika harga minyak mentah dunia sudah di atas US $ 100 / barrel tetapi harga BBM dalam negeri tidak dinaikan akan berakibat jebolnya APBN dasn akhirnya dapat membahayakan ekonomi nasional.
Di sisi lain, banyak kalangan yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000. mereka beralasan bahwa kenaiakan harga BBM akan menyengsarakan rakyat banyak. Selain itu, kenaikan BBM juga berimbas kepada naiknya harga barang-barang pokok yang semakin susah di jangkau olaeh kalangan bawah.
Terlepas dari pro kontra kenaikan BBM, saya ingin menyoroti sikap kampus mengenai kenaikan BBM. Lantas, bagaimana sikap civitas akademika (dosen, mahasiswa dan ahli-ahli di lingkungan kampus) dalam menyikapi persoalan kenaikan BBM?
Sikap mahasiswa sendiri jelas menolak kenaikan BBM dengan mengadakan aksi turun ke jalanan di berbagai tempat untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Pertanyaan yang paling mendasar adalah masih efektifkah aksi turun ke jalan dalam menyampaikan aspirasi rakyat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita dapat melihat fakta-fakta yang ada. Mayoritas aksi turun ke jalan berakhir dengan kerusuhan baik antara mahasiswa dengan polisi atau pihak lain. Mahasiswa sendiri lebih sering melakukan aksi dengan bakar ban di jalan, memblokir jalan raya atau menyegel fasilitas-fasilitas milik pemerintah. Isu yang mereka bawa sendiri terkaburkan oleh tindakan mereka sendiri yang cenderung anarkhis dalam melakukan aksi. Media massa juga lebih senang menyoroti aksi yang berakhir ricuh bukan esensi dari isu dalam aksi tersebut. Kalau sudah demikian aksi sendiri menjadi tidak efektif lagi dalam menyampaikan aspirasi rakyat.
Sikap kampus sendiri (dosen dan ahli) cendurung kurang tertarik menyikapi masalah tersebut. Padahal, kampus sendiri punya sumber daya manusia yang sangat mempuni untuk membantu memecahkan masalah tersebut baik melalui penelitian atau memberi masukan kepada pemerintah. Sebagai contoh saja, di Undip punya ahli-ahli perminyakan, fisika, geologi, kimia, teknik kimia yang bisa saja melakukan penelitian sebenarnya seberapa banyak kandungan minyak di indonesia. Atau ahli-ahli ekonomi untuk melakukan penelitian mengenai berapa sebenarnya harga BBM yang ideal di Indonesia ini?
Bagaimana solusinya mengnai masalah tersebut? Tidak lain tidak bukan adalah dari kampus itu sendiri harus lebih menggencarkan penelitian mengenai masalah-masalah penting yang dihadapi bangsa ini. Kampus juga harus membuka dialog-dialog terbuka antara ahli-ahli, pemerintah, dan mahasiswa sendiri. Kampus juga harus lebih aktif memberikan solusi-solusi terhadap masalah-masalah masyarakat ke pemerintah. Semoga kampus Undip tercinta ini bisa memberikan kontribusi solutif ke pemerintah.