Kata
Tuhan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
diartikan sebagai sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia
sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa, dan sebagainya: Yang Maha Esa. Tuhan ialah
sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa,
sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai (didominir) olehnya (sesuatu itu).
Dalam
konsep Islam,
Tuhan diyakini sebagai Zat Maha Tinggi Yang
Nyata dan Esa, Pencipta Yang Maha Kuat dan Maha Tahu, Yang Abadi, Penentu
Takdir, dan Hakim bagi semesta alam. Islam menitik beratkan konseptualisasi
Tuhan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa (tauhid).
Dalam
konsep kristen, tuhan disebut dengan nama Bapa yang diberikan kepada
Tuhan menunjukkan bahwa Ia adalah asal-usul dari segala sesuatu yang tunduk
kepada-Nya. Dialah Kewibawaan yang tertinggi dan yang Maha kuasa, Maha
Pencipta, dan Pelindung."Tuhan
adalah Ruh Mahatinggi, Dia ada dengan sendirinya dan Dia sempurna tanpa
batas."
Jelaslah,
terdapat kesamaan pandangan tentang pengertian tuhan itu sendiri yaitu tuhan
memiliki sifat yang Maha dalam segala aspek.
Umat Islam sekarang ini
sudah banyak yang tidak mengenal Agamanya. Mereka hanya mengaku Islam tetapi
tidak mau menjalankan ajaran-ajaran Islam. Ini bisa dilihat ketika kita
memperhatikan fenomena-fenomena di sekitar kita, sebagai contoh banyak terjadi
konflik di negeri yang mayoritas umatnya beragama Islam terlebih konflik yang
diakibatkan sebab-sebab perbedaan keyakinan. Kita juga bisa melihat bagaimana
sepinya masjid-masjid dari aktifitas penggemblengan pemuda Islam padahal di
zaman Rasulullah hal ini yang membuat Islam menjadi besar. Hal yang lebih
sepele lagi yang dapat kita pakai sebagai contoh adalah lowongnya shof-shof
dalam Sholat berjama’ah. Tentu ini sangat memprihatinkan kita semua sebagai
umat Islam.
Ketika kita sudah mengetahui sebegitu bobroknya moral
umat Islam terlebih lagi pemudanya yang sudah berada di lembah terdalam
degradasi moral lantas bagaimana cara memperbaiki hal ini? Hal yang harus kita
ketahui terlebih dahulu adalah apa yang menyebabkan umat Islam berada dalam
degradasi moral yang sudah tidak karuan.
Sejarah agama
menunjukkan bahwa kebahagiaan yang ingin dicapai dengan menjalankan syariah
agama itu hanya dapat terlaksana dengan adanya akhlak yang baik. Kepercayaan
yang hanya berbentuk pengetahuan tentang keesaan Tuhan, ibadah yang dilakukan
hanya sebagai formalitas belaka, muamalah yang hanya merupakan peraturan yang
tertuang dalam kitab saja, semua itu bukanlah merupakan jaminan untuk
tercapainya kebahagiaan tersebut.
Timbulnya kesadaran akhlak dan
pendirian manusia terhadap-Nya adalah pangkalan yang menentukan corak hidup
manusia. Etika, akhlak, atau moral adalah pola tindakan yang didasarkan atas
nilai mutlak kebaikan. Hidup susila dan tiap-tiap perbuatan susila adalah
jawaban yang tepat terhadap kesadaran akhlak.Sebaliknya, hidup
yang tidak bersusila dan tiap-tiap pelanggaran kesusilaan adalah menentang
kesadaran itu.
Kesadaran akhlak adalah kesadaran
manusia tentang dirinya sendiri, dimana manusia melihat atau merasakan diri sendiri
berhadapan dengan kebaikn dan keburukan. Disitulah
membedakan halal dan haram, hak dan bathil, boleh dan tidak boleh dilakukan,
meskipun dia bisa melakukan. Itulah hal yang khusus manusiawi. Dalam dunia
hewan tidak ada hal yang baik dan buruk atau patut dan tidak
patut, karena hanya manusialah yang mengerti dirinya sendiri, hanya manusialah
yang sebagai subjek menginsafi bahwa dia berhadapan pada perbuatannya itu,
sebelum, selama dan sesudah pekerjaan itu dilakukan. Sehingga sebagai subjek
yang mengalami perbuatannya dia bisa dimintai pertanggungjawaban atas
perbuatannya itu.
`Tanggal1 April adalah tanggal di mana pemerintah
akan menaikan harga BBM dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000. pemerintah beralasan
bahwa kenaikan harga BBM diperlukan karena harga minyak mentah dunia mengalami
peningkatan di atas US $ 100 / barrel dan perlu penyesuaian terhadap APBN.
Pemerintah beranggapan bahwa ketika harga minyak mentah dunia sudah di atas US
$ 100 / barrel tetapi harga BBM dalam negeri tidak dinaikan akan berakibat
jebolnya APBN dasn akhirnya dapat membahayakan ekonomi nasional.
Di
sisi lain, banyak kalangan yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang
menaikan harga BBM dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000. mereka beralasan bahwa
kenaiakan harga BBM akan menyengsarakan rakyat banyak. Selain itu, kenaikan BBM
juga berimbas kepada naiknya harga barang-barang pokok yang semakin susah di
jangkau olaeh kalangan bawah.
Terlepas
dari pro kontra kenaikan BBM, saya ingin menyoroti sikap kampus mengenai
kenaikan BBM. Lantas, bagaimana sikap civitas akademika (dosen, mahasiswa dan
ahli-ahli di lingkungan kampus) dalam menyikapi persoalan kenaikan BBM?
Sikap
mahasiswa sendiri jelas menolak kenaikan BBM dengan mengadakan aksi turun ke
jalanan di berbagai tempat untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Pertanyaan yang
paling mendasar adalah masih efektifkah aksi turun ke jalan dalam menyampaikan
aspirasi rakyat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita dapat melihat
fakta-fakta yang ada. Mayoritas aksi turun ke jalan berakhir dengan kerusuhan
baik antara mahasiswa dengan polisi atau pihak lain. Mahasiswa sendiri lebih
sering melakukan aksi dengan bakar ban di jalan, memblokir jalan raya atau
menyegel fasilitas-fasilitas milik pemerintah. Isu yang mereka bawa sendiri
terkaburkan oleh tindakan mereka sendiri yang cenderung anarkhis dalam
melakukan aksi. Media massa juga lebih senang menyoroti aksi yang berakhir
ricuh bukan esensi dari isu dalam aksi tersebut. Kalau sudah demikian aksi
sendiri menjadi tidak efektif lagi dalam menyampaikan aspirasi rakyat.
Sikap
kampus sendiri (dosen dan ahli) cendurung kurang tertarik menyikapi masalah
tersebut. Padahal, kampus sendiri punya sumber daya manusia yang sangat mempuni
untuk membantu memecahkan masalah tersebut baik melalui penelitian atau memberi
masukan kepada pemerintah. Sebagai contoh saja, di Undip punya ahli-ahli perminyakan,
fisika, geologi, kimia, teknik kimia yang bisa saja melakukan penelitian
sebenarnya seberapa banyak kandungan minyak di indonesia. Atau ahli-ahli
ekonomi untuk melakukan penelitian mengenai berapa sebenarnya harga BBM yang
ideal di Indonesia ini?
Bagaimana
solusinya mengnai masalah tersebut? Tidak lain tidak bukan adalah dari kampus
itu sendiri harus lebih menggencarkan penelitian mengenai masalah-masalah
penting yang dihadapi bangsa ini. Kampus juga harus membuka dialog-dialog
terbuka antara ahli-ahli, pemerintah, dan mahasiswa sendiri. Kampus juga harus
lebih aktif memberikan solusi-solusi terhadap masalah-masalah masyarakat ke
pemerintah. Semoga kampus Undip tercinta ini bisa memberikan kontribusi solutif
ke pemerintah.